Jakarta (beritajatim.com) -
Penyelenggaraan konvensi dan pameran industri minyak dan gas IPA
(Indonesia Petroleum Association) ke-34 berakhir hari ini, Kamis
(20/5/2010).Ribuan pengunjung tampak memadatangi beberapa stand
yang ada di Jakarta Convention Center (JCC). Termasuk stand ExxonMobil
Indonesia yang menampilkan beberapa kegiatan unggulannya.
Sejak
pagi tadi, ratusan pengunjung silih berganti mendatangi stand atau
booth dari ExxonMobil Indonesia, termasuk dari para mahasiswa
Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran, Unpar, dan
universitas lain di Indonesia.
Rata-rata, para mahasiswa yang
didominasi oleh smester akhir itu ingin mengetahui secara detail
mengenai kegiatan ExxonMobil di wilayah operasinya.
"Selama ini
saya hanya mendengar dan melihat di televisi saja. Sehingga, saat ini
saya ingin mengetahui langsung kepada para pelakunya," kata Julia,
salah satu mahasiswa tingkat akhir di universitas terkemuka di Jakarta.
Tidak
hanya itu saja, dirinya ingin juga mengetahui peluang mana yang diambil
setelah kuliahnya tuntas dalam beberapa waktu kedepan. Sebab, sesuai
dengan jurusannya teknik, maka dirinya juga harus pandai-pandai membaca
peluang.
"Di pameran IPA seperti ini, banyak perusahaan besar
yang sedang memaperkan produk maupun kegiatannya. Siapa yang tahu nanti
saya bisa bergabung disalah satu perusahaan minyak dan gas (migas),"
lanjutnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Anjelia, salah satu
mahasiswa Universitas Brawijaya. Dirinya jauh-jauh datang untuk ikut
melihat dan menimba ilmu mengenai migas.
"Selain itu, disini saya bisa berkenalan langsung dengan para pimpinan perusahaan asing yang ada di Indonesia," lanjutnya.
Sebab,
banyak peluang maupun program yang bisa diambil dari penyelenggaraan
IPA-34. "Sudah dua periode ini saya mengikuti IPA dan tiap tahun ini
selalu datang lagi pada waktu penyelenggaraannya," sambungnya.
Sementara
itu pantauan beritajatim.com di JCC, sejak kedatangan beberapa hari
lalu bersama PR Maven, ExxonMobil yang bekerjasama dengan Surya
Institute akan memberikan alat peraga fisika kepada perpustakaan daerah
(Perpuda) Bojonegoro setelah IPA 34 selesai.
Diantaranya adalah
Pompa angguk (jackpump), Van de graff generator, merupakan pembangkit
listrik statis untuk menjelaskan sifat listrik statis dengan cara
menyenangkan dan interaktif.
Selain itu juga ada Wimshurst
machine, atau generator listrik untuk mensimulasikan petir dan Wajah
nengok atau bisa juga disebut ilusi optic, untuk metode pengajaran
cahaya.
sumber :http://www.beritajatim.com
|